Komunitas Tlatah Barat Jalan Rt 01/01 Sumberasri

Apakah Anda biasa menggunakan tas plastik “kresek” berwarna untuk membungkus makanan yang akan Anda santap? Jika ya, harap Anda berhati-hati atau sebaiknya berpikir ulang lagi. Pasalnya tas kresek terutama yang berwarna hitam, dibuat dengan proses daur ulang dari bahan dasar yang tidak diketahui asal-usulnya. Mungkin wadah limbah berbahaya seperti pestisida, logam berat, atau kotoran. Demikian dikatakan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib, seperti ditulis ANTARA, Selasa (14/7). Proses daur ulang tas plastik “kresek” selain tidak terjamin kebersihannya, juga bisa dipastikan menggunakan bahan kimia berisiko membahayakan kesehatan. Menurut Husniah, sebaiknya masyarakat tidak menggunakan tak plastik “kresek” sebagai tempat untuk membawa mewadahi makanan. Jika menggunakan tas plastik “kresek” harus dilandasi dengan bahan lain seperti daun atau kertas. Hingga kini memang belum ada pengaduan dan keluhan berkaitan dengan penggunaan kantung kresek itu. Tapi lebih berhati-hati.(VIN) ses daur ulang tas plastik “kresek” selain tidak terjamin kebersihannya, juga bisa dipastikan menggunakan bahan kimia berisiko membahayakan kesehatan. Menurut Husniah, sebaiknya masyarakat tidak menggunakan tak plastik “kresek” sebagai tempat untuk membawa mewadahi makanan. Jika menggunakan tas plastik “kresek” harus dilandasi dengan bahan lain seperti daun atau kertas. Hingga kini memang belum ada pengaduan dan keluhan berkaitan dengan penggunaan kantung kresek itu. Tapi lebih berhati-hati.(VIN)

Cara Memperlambat Orgasme Pada Pria Pertanyaan seks yang paling sering dilontarkan pria adalah, “berapa lama saya dapat bertahan?”.Karena banyak sekali keluhan bahwa mereka mencapai orgasme lebih cepat dari pasangannya. Sebagian pria juga sudah dapat memahami kalau terkadang mereka menderita ejakulasi prematur.Tapi sebagian kasus seperti ini dapat dengan mudah diatasi karena tidak setiap kali berhubungan seksual seorang pria mengalami ejakulasi prematur. Ada satu kondisi di mana pria mengalami ejakulasi terlambat, yaitu ketidakmampuan ejakulasi ataupun ketidakmampuan orgasme walaupun ia mencobanya. Masalahnya, pria ingin menikmati hubungan seksual lebih lama dengan memperlambat orgasmenya. Atau, mungkin ia berusaha mencapai orgasme ganda/multipel, yaitu orgasme yang lama dan terasa lebih kuat. Karena tidak sedikit pria mengalami masalah itu, maka dalam bagian selanjutnya kita akan membahas beberapa teknik untuk meningkatkan orgasme bagi pria yang telah berhasil. Di antaranya: Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memvariasikan pola gerakan. Lakukan gerakan dalam dan gerakan dangkal secara bergantian atau berselingan. Dalam posisi penetrasi, selama beberapa detik atau lebih, hentikan sama sekali atau hentikan secara berkala. Kedua adalah melakukan penekanan pada perineum. Sebelum terjadi ejakulasi, gunakan tiga telapak jari untuk memberikan penekanan pada perineum (perineum adalah daerah di antara skrotum dan anus). Bila Anda menemukan kesulitan untuk mendapatkan tempat dan tekanan yang tepat, maka lakukan saat Anda masturbasi. Teknik ini cukup sederhana dan banyak dipraktikkan selama ribuan tahun di muka bumi ini terutama di Barat. Lalu hal ketiga yang harus Anda lakukan adalah mengencangkan otot pubokoksigeus Anda.Berhenti bergerak jika Anda mulai merasakan akan mengalami ejakulasi. Tarik penis Anda kira-kira satu inci, tapi jangan semuanya, lalu kencangkan otot tersebut dan tahan sampai hitungan sembilan, dan kembalikan gerakan tersebut dengan gerakan dangkal. Dan hal terakhir yang harus Anda lakukan adalah pandai-pandai mengubah stimulasi. Jika Anda merasakan tidak di ambang ejakulasi namun sangat terangsang, berhentilah bergerak dan berhentilah berhubungan seksual dengan pasangan secara manual atau oral dengan sejenak. Nah, dengan begitu Anda akan memperlambat orgasme. Moga bermanfaat….

Naskah diambil dari:

http://nagapasha.blogspot.com

Minggu, 5 Juli 2009 | 03:05 WIB

Sawitri Supardi Sadarjoen Psikolog

Facebook (FB) dan SMS sudah bukan barang asing di negeri tercinta ini. Teman, sahabat, mantan kekasih, ”kecengan” masa remaja yang sudah puluhan tahun berlalu tidak bertemu dan tidak bersapa tiba-tiba datang di depan mata tanpa jarak. Kita bisa bercengkerama, berhalo-halo, bernostalgia, berbagi pengalaman, curhat, tanpa dibatasi ruang dan waktu lagi. Banyak sisi positif yang bisa kita raih, banyak pula sisi negatif yang bisa berpengaruh, bahkan banyak pula kejadian fatal yang bisa diakibatkannya.

Sisi positif antara lain:

- Tali silaturahim yang pernah terbina pada masa lalu nyambung kembali. Banyak hal yang akan diceritakan dan didiskusikan, bahkan ditertawakan dengan ceria. Cerita-cerita lama yang lucu akan muncul kembali, menambah keceriaan pertemuan di alam maya.

- Hambatan dalam berkomunikasi dengan cara berhadapan dengan sendirinya bisa diciptakan tanpa kesulitan. Komunikasi tertulis tanpa memandang orang yang diajak berkomunikasi memang membuka peluang bagi seseorang untuk lebih lancar dan mengalir. Hal positif lain sebagai akibatnya adalah bahwa komunikasi alam maya menjadi tempat berlatih menyusun kalimat dengan baik dan bahkan tempat berlatih merayu tanpa harus menanggung rasa malu.

- Ungkapan-ungkapan bebas mengalir tanpa hambatan dan diwarnai oleh rayuan-rayuan kecil, terutama bila pada masa lalu pernah terjadi hubungan yang agak istimewa atau salah satu dari yang berkomunikasi pada dasarnya tertarik dengan lawan berkomunikasinya. Bahkan, pada pasangan alam maya yang baru dikenal pun mungkin saja berkembang ke arah komunikasi tertulis yang diselingi rayuan-rayuan pula. Bagi orang yang pada dasarnya kurang mampu bergaul, melalui FB bisa mendapat kesempatan mendapatkan kenalan baru.

Kasus 1: ”Ibu, sudah dua tahun ini saya merasa tidak berdaya, merasa hampa, enggan melakukan apa pun, malas, tidak tahu apa yang sebenarnya diharapkan dari hidup ini. Kadang tersirat keinginan untuk mati saja, rasanya hidup saya tidak berharga lagi. Saya merasa teman-teman hanya mengambil manfaat atas hidup saya, dan tidak satu teman pun yang betul-betul mengerti saya. Walaupun umur saya sudah 30 tahun, saya tidak pernah berniat untuk mencari pacar dari dunia maya, tetapi orang ini terus-menerus menghubungi saya sehingga lama-lama saya jadi terbiasa setiap hari sekitar satu-dua jam berkomunikasi melalui FB dan akhirnya juga menggunakan SMS. Lama-kelamaan saya merasa nyaman punya teman yang setiap pulang kantor dapat dihubungi. Segala hal yang saya alami dalam satu hari saya ceritakan, begitu pula halnya dengan X. Saya merasa cocok, dan rupanya dia juga merasa cocok, lama-lama komunikasi berkembang dan diisi dengan saling merayu dan memuji cara saya berkomunikasi dan sesekali mengatakan bahwa saya tampak cantik di foto yang ada di FB. Saya memberi tahu X mengenai ciri fisik saya, dan katanya tinggi badan dia hanya berbeda 2 cm dari diri saya. Perasaan saya waktu itu benar-benar penuh dan saya merasa hidup terasa berarti dan penuh. Pada suatu hari Minggu kita sepakat bertemu di sebuah restoran. Pada awal pertemuan, dia mengamati saya dari ujung kaki sampai ujung rambut dan berkomentar, ’Saya kira kamu tidak setinggi ini….’ Memang kecuali tinggi badan saya lebih dari kebanyakan tinggi badan perempuan lain, badan saya pun tampak besar, sementara walaupun hanya beda 2 cm, karena badan X agak ramping, jadi saya terlihat jauh lebih tinggi. Kami memesan makanan, tapi terus terang saya agak kecewa karena ternyata X agak pendiam sehingga relasi kami terasa kaku. Setelah pesanan makanan kami habiskan, X langsung pamitan, dengan alasan ada janji di kotanya dengan seorang teman. Ibu, saya sangat terkejut ketika seminggu kemudian X mengubah statusnya yang tadinya single menjadi in-relationship. Satu bulan kemudian X menikah dan mengakhiri hubungan dengan saya. Saya benar-benar sedih, merasa kehilangan teman bicara dan kehilangan seseorang yang selama enam bulan terakhir mengisi hati saya. Sejak itu sering saya menangis sendiri, bahkan tanpa terasa air mata sering berlinang. Ibu, saya patah hati, saya sedih dan saya merasa kehidupan ini tidak berarti lagi…,” demikian K (30 tahun).

Kasus 2: ”Ibu, istri saya selingkuh, saya tidak mau memaafkannya, saya benar-benar mau cerai dengannya. Saya perhatikan beberapa bulan terakhir ini ia selalu sibuk dengan laptopnya, katanya dia berhubungan dengan bekas teman-teman sekelasnya saat di SMA. Tadinya saya pikir biasa saja dan saya tidak curiga sama sekali, tetapi pagi tadi saya lihat dia men-charge ponselnya, ketika saya keluar dari kamar mandi, dia cepat-cepat mencabut charger-nya dan berusaha menyembunyikan ponselnya di kantong daster yang dia pakai. Melihat gelagatnya yang gugup, saya jadi curiga dan minta ponsel yang dia pegang, tapi dia tidak memberikan, bahkan membawanya keluar. Saya tambah curiga dan saya berusaha merebutnya. Tentu saja tenaga saya lebih kuat, serentak saya buka isi ponselnya mengerikan, I love u, I miss you, dsb. Saya penasaran dan saya buka inbox-nya, ternyata ada perjanjian ketemu di satu mal. Setelah saya tanya beberapa kali, baru dia mengaku bahwa mereka sudah tiga kali bertemu. Rupanya lelaki yang sebenarnya sudah menikah itu naksir istri saya saat masih di SMA, tetapi tidak cukup percaya diri untuk melakukan pendekatan karena banyak lelaki lain yang berminat dengan istri saya. Kami sebenarnya sudah 24 tahun menikah dan punya dua anak yang sudah cukup dewasa, tapi saya tidak mau melanjutkan perkawinan saya. Anak-anak sudah dewasa. Kalau saya ceritakan bahwa ibunya selingkuh, pasti mereka memahami kalau saya mau menceraikan ibunya…,” demikian L (53 tahun).

Analisis:

Dua kasus di atas adalah contoh konkret dari banyak kasus oleh ekses penggunaan FB dan SMS yang sangat tidak kita inginkan. K menderita depresi yang membutuhkan bantuan psikologik berlanjut dan keluarga L menjadi rentan terhadap perceraian akibat penyalahgunaan FB dan SMS, dengan dua anak kandung yang juga nyaris menjadi korban perceraian kedua orangtuanya. Jadi rupanya hal yang harus kita sadari adalah bahwa alat komunikasi canggih baru akan terasa kecanggihannya bila kita mampu memanfaatkannya dengan penuh rasa tanggung jawab dan terkendali.

Sir John Sawers
Sir John Sawers
05/07/2009 19:54 | Dunia Maya
Liputan6.com,

Jakarta: Istri calon bos Dinas Intelijen Rahasia Inggris, MI6, ternyata gemar bermain situs jejaring sosial Facebook. Akibatnya, semua rincian seperti alamat rumah, tempat kerja, teman-teman dan tempat mereka liburan dapat dilihat oleh sekitar 200 juta pengguna situs tersebut.

Lady Shelley Sawers, sang istri, juga memajang foto-foto mereka dengan para diplomat senior dan aktor terkenal. Pada 16 Juni lalu, hari saat suaminya diumumkan akan menduduki jabatan bos intelijen luar negeri, Lady Shelley memasang 19 foto saat mereka liburan, awal Juni, di West Country, Inggris.

Sehari kemudian, Lady Shelley menambah 26 foto termasuk gambar ketika suaminya main di pantai, berfoto dengan anak-anak dan mengobrol dengan teman maupun ibunya. Lady Shelley sejak setahun terakhir secara berkala menambah isi situs dengan tulisan mengenai acara keluarga, saat liburan, hingga kesehatan binatang peliharaan dan pandangannya tentang krisis di Kongo.

Temen-teman Lady Shelley lewat Facebook telah mengirim ucapan selamat atas jabatan baru suaminya, bahkan salah satunya sudah menyebut kode nama Kepala Dinas Intelijen Rahasia, yaitu “C”.

Sir John Sawers, sang suami, hingga kini masih menjabat sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat. Selama 20 tahun kariernya lebih banyak dihabiskan di bidang diplomasi dibandingkan menjadi mata-mata. Dia akan resmi memegang jabatan baru pada November tahun ini. Jabatan yang akan resmi diserahterimakan tersebut adalah sosok yang membawahi seluruh kegiatan intelijen Inggris di luar negeri.

Situs Mailonline, pada Ahad lalu, memberi tahu Kementerian Luar Negeri Inggris mengenai hal di Facebook yang mungkin tidak tepat itu. Kementerian Luar Negeri menolak untuk menjawab pertanyaan Mailonline mengenai hal tersebut. Kemudian, semua isi Facebook itu lenyap.

Akibat hal ini, Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, didesak untuk melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah isi Facebook tersebut berdampak bagi kemampuan Sir John memimpin MI6.(ANTARA)

Warta Sungging

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.